Ponorogo, 18 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada masyarakat Indonesia yang mengalami kelaparan maupun kekurangan gizi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Prabowo mengatakan Indonesia memiliki tanah yang subur dan kekayaan sumber daya yang besar sehingga kebutuhan pangan masyarakat harus dapat dipenuhi. Ia menempatkan penghapusan kelaparan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Presiden juga mengaitkan persoalan pangan dengan agenda pengurangan kemiskinan secara lebih luas. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar menjadi salah satu ukuran penting dalam pembangunan nasional.
Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kondisi anak-anak yang masih menghadapi persoalan kekurangan gizi. Ia menegaskan anak Indonesia tidak seharusnya berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar karena kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan belajar dan perkembangan mereka. Kecukupan gizi juga dipandang sebagai bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Presiden mengatakan seseorang membutuhkan kondisi fisik yang baik agar mampu belajar, bekerja dan memberikan kontribusi secara optimal. Karena itu, pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga kualitas gizi yang diterima masyarakat. Pemerintah menempatkan perbaikan gizi anak sebagai salah satu bagian dari kebijakan pembangunan manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menghubungkan upaya mengatasi kelaparan dengan kemandirian pangan nasional. Menurutnya, sebuah negara membutuhkan kemampuan menghasilkan makanan bagi rakyatnya sendiri agar memiliki fondasi kemandirian yang kuat. Presiden menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan memiliki kemampuan menghasilkan kebutuhan makanan masyarakat. Pemerintah tetap mendorong peningkatan produksi melalui penguatan sektor pertanian dan berbagai kebijakan pendukung. Petani ditempatkan sebagai salah satu unsur penting karena keberlanjutan produksi sangat bergantung pada produktivitas serta kesejahteraan mereka. Ketahanan pangan juga dinilai penting untuk mengurangi risiko ketika terjadi gangguan pasokan akibat kondisi global.
Sektor kelautan juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan Indonesia menyediakan pangan secara mandiri. Prabowo menyoroti besarnya potensi sumber daya laut Indonesia yang menurutnya harus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, khususnya nelayan. Pemerintah berencana memperkuat kapasitas nelayan melalui pembangunan ribuan kapal mulai tahun berikutnya. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat memanfaatkan sumber daya laut sekaligus memperkuat produksi pangan berbasis perikanan. Presiden juga menyinggung persoalan aktivitas kapal asing yang menurutnya selama ini mengambil kekayaan laut Indonesia. Pengelolaan sumber daya tersebut dinilai perlu dilakukan secara lebih efektif agar manfaat ekonominya dapat diterima masyarakat Indonesia.
Target menghapus kelaparan juga berkaitan dengan agenda pemerintah untuk menekan tingkat kemiskinan. Prabowo menyatakan ingin bekerja sekeras mungkin untuk mengurangi kemiskinan karena persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memperoleh makanan, pendidikan dan layanan dasar lainnya. Pemerintah sebelumnya juga menjalankan program pemenuhan gizi bagi pelajar sebagai salah satu instrumen untuk menangani persoalan anak yang belajar dalam keadaan lapar. Dalam Sidang Tahunan MPR pada Agustus 2026, Prabowo juga menyatakan pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan tujuan akhir apabila manfaatnya tidak meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kebijakan ekonomi, menurut pemerintah, perlu menghasilkan lapangan kerja sekaligus memperkuat kesejahteraan kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Dengan pendekatan tersebut, persoalan pangan ditempatkan bersama agenda pembangunan manusia dan pengurangan kemiskinan.
Pesan mengenai penghapusan kelaparan disampaikan Prabowo bersamaan dengan penekanan terhadap pentingnya membangun Indonesia yang mandiri dan berdikari. Ia menilai kekayaan sumber daya alam perlu dikelola sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan memperkuat kemampuan bangsa menghadapi tekanan eksternal. Pemerintah menjadikan produksi pangan, peningkatan kualitas gizi dan pengurangan kemiskinan sebagai sejumlah bidang yang saling berkaitan dalam agenda tersebut. Pelaksanaan kebijakan tetap membutuhkan dukungan produksi yang berkelanjutan, distribusi yang merata serta kemampuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Pemerintah juga perlu memastikan program pangan memberikan dampak terukur terhadap kondisi gizi dan daya beli masyarakat. Prabowo menegaskan tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat yang lebih sejahtera dengan tidak ada lagi warga yang mengalami kelaparan.