Jakarta, 11 Mei 2026 – Pemerintah mempercepat penanganan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di wilayah Sumatera. Perbaikan dan penguatan infrastruktur disebut menjadi prioritas karena jalur tersebut merupakan salah satu akses transportasi utama yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
Penanganan Jalinsum dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari perbaikan jalan rusak, peningkatan kualitas permukaan jalan, hingga penanganan titik-titik rawan kecelakaan. Pemerintah juga disebut memperkuat pengawasan terhadap kondisi jalur yang sering mengalami kerusakan akibat tingginya volume kendaraan berat.
Jalan Lintas Sumatera memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Karena itu, kondisi infrastruktur yang aman dan layak dinilai sangat penting untuk menjaga kelancaran aktivitas transportasi.
Selain faktor kerusakan jalan, aspek keselamatan pengguna juga menjadi perhatian utama. Sejumlah titik di Jalinsum selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat kondisi jalan sempit, minim penerangan, hingga tingginya intensitas kendaraan besar yang melintas setiap hari.
Pemerintah menyatakan percepatan penanganan dilakukan agar risiko kecelakaan dapat ditekan sekaligus memperlancar arus kendaraan, terutama menjelang periode peningkatan mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Pengamat transportasi menilai peningkatan kualitas Jalinsum tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga efisiensi ekonomi. Infrastruktur jalan yang baik dapat membantu menurunkan biaya logistik dan mempercepat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera.
Di sisi lain, masyarakat dan pengemudi angkutan juga diimbau tetap menjaga disiplin berlalu lintas dan mematuhi batas kecepatan demi mengurangi risiko kecelakaan di jalur lintas utama tersebut.
Pemerintah berharap percepatan penanganan Jalinsum dapat memberikan dampak positif bagi keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas transportasi nasional secara lebih optimal.