Jakarta, 5 Juni 2026 – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai jembatan strategis antara kawasan ASEAN dan Eurasia dalam ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan akan kerja sama ekonomi lintas kawasan yang mampu mendorong pertumbuhan, konektivitas, dan stabilitas di tengah dinamika global. Menurut AHY, posisi geografis Indonesia yang berada di jalur perdagangan internasional serta perannya sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara memberikan peluang besar untuk memperkuat hubungan antara kedua kawasan. Indonesia juga dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi penghubung berbagai inisiatif pembangunan dan investasi yang dapat memberikan manfaat bersama. Komitmen tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam memperluas kemitraan internasional dan memperkuat peran Indonesia di panggung global.
Dalam forum ekonomi internasional tersebut, AHY menyoroti pentingnya memperkuat konektivitas fisik maupun ekonomi sebagai fondasi utama kerja sama antarnegara. Infrastruktur yang modern dan terintegrasi dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar arus perdagangan, investasi, dan mobilitas manusia di berbagai kawasan. Indonesia saat ini terus mengembangkan berbagai proyek strategis yang bertujuan meningkatkan konektivitas nasional sekaligus memperkuat hubungan dengan mitra internasional. Menurutnya, kerja sama yang lebih erat antara ASEAN dan negara-negara Eurasia dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Indonesia siap berkontribusi dalam membangun platform kolaborasi yang mampu mempertemukan kepentingan berbagai pihak secara konstruktif.
AHY juga menekankan bahwa dunia saat ini membutuhkan pendekatan kerja sama yang lebih terbuka dan adaptif dalam menghadapi tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga perubahan iklim. Dalam konteks tersebut, Indonesia berupaya mendorong terciptanya kemitraan yang berlandaskan prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang. Hubungan antara ASEAN dan Eurasia dinilai memiliki potensi besar karena kedua kawasan sama-sama memiliki sumber daya, pasar, dan kapasitas ekonomi yang dapat saling melengkapi. Dengan memperkuat kerja sama lintas kawasan, berbagai peluang di bidang perdagangan, investasi, teknologi, energi, dan infrastruktur dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Indonesia berharap dapat memainkan peran aktif dalam mendorong terciptanya sinergi tersebut.
Partisipasi Indonesia dalam SPIEF 2026 juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional di berbagai sektor strategis. Forum tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, investor, dan akademisi dari berbagai negara untuk membahas isu-isu ekonomi global serta menjajaki peluang kolaborasi baru. Kehadiran delegasi Indonesia dinilai penting untuk memperkenalkan potensi investasi nasional sekaligus memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra. Para pengamat menilai bahwa posisi Indonesia yang semakin aktif dalam berbagai forum internasional menunjukkan meningkatnya peran negara ini dalam percaturan ekonomi global. Selain itu, keterlibatan aktif dalam dialog internasional juga dapat memperluas peluang investasi dan kerja sama yang bermanfaat bagi pembangunan nasional.
Ke depan, Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra yang mampu menjembatani berbagai kepentingan dan peluang kerja sama antarwilayah. AHY menegaskan bahwa pembangunan konektivitas, penguatan kerja sama ekonomi, dan peningkatan hubungan antarbangsa akan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional. Dengan dukungan posisi geografis yang strategis, pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, serta peran sentral di ASEAN, Indonesia diyakini memiliki modal besar untuk menjadi penghubung antara kawasan Asia Tenggara dan Eurasia. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi negara-negara mitra. Melalui forum seperti SPIEF 2026, Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam membangun kerja sama internasional yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.