Jakarta, 9 Mei 2026 – Seorang balita dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Sungai Cisimeut di wilayah Lebak. Peristiwa tersebut membuat tim SAR bersama warga setempat melakukan pencarian intensif di sekitar aliran sungai.
Menurut informasi awal, kejadian bermula ketika korban berada di dekat area sungai sebelum akhirnya diduga terbawa arus yang cukup deras. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha melakukan pencarian dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pencarian. Petugas melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan menggunakan peralatan pencarian air dan dukungan dari masyarakat sekitar.
Kondisi arus sungai yang deras serta cuaca yang berubah-ubah disebut menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban. Meski demikian, tim terus berupaya memaksimalkan pencarian dengan membagi area penyisiran di beberapa titik.
Keluarga korban tampak terpukul dan terus menunggu perkembangan proses pencarian di lokasi kejadian. Warga sekitar juga ikut membantu dengan memberikan informasi serta dukungan kepada tim penyelamat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak di area sungai atau lokasi yang memiliki potensi bahaya, terutama saat debit air meningkat akibat cuaca hujan.
Pengamat kebencanaan menilai sungai dengan arus deras dapat sangat berbahaya bagi anak-anak karena perubahan aliran air sering terjadi secara tiba-tiba, terutama di musim penghujan.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai dan memastikan anak-anak selalu berada dalam pengawasan orang dewasa.
Selain melakukan penyisiran di permukaan air, tim SAR disebut juga memantau sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut arus.
Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan berharap korban dapat segera ditemukan secepat mungkin.