Jakarta, 9 Mei 2026 – Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jasad warga negara Indonesia yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono. Penemuan tersebut terjadi setelah proses pencarian intensif dilakukan di tengah kondisi aktivitas vulkanik yang masih cukup berbahaya.
Petugas menyebut proses pencarian berlangsung penuh tantangan karena Gunung Dukono masih menunjukkan aktivitas erupsi dengan lontaran abu vulkanik dan material dari kawah. Kondisi medan yang berat juga memperlambat proses evakuasi di lapangan.
Korban ditemukan di area yang sebelumnya menjadi fokus pencarian tim SAR bersama aparat keamanan dan relawan. Setelah ditemukan, petugas langsung melakukan proses evakuasi dengan pengamanan ketat demi keselamatan tim penyelamat.
Selain faktor erupsi yang masih aktif, jarak pandang terbatas akibat abu vulkanik juga menjadi hambatan utama selama operasi berlangsung. Tim penyelamat disebut harus menggunakan perlengkapan khusus untuk bertahan di area rawan.
Sebelumnya, insiden di kawasan Gunung Dukono menjadi perhatian publik setelah dilaporkan adanya korban dari kalangan wisatawan dan warga lokal akibat aktivitas gunung api tersebut.
Keluarga korban dan masyarakat sekitar terus menunggu perkembangan proses pencarian yang masih dilakukan terhadap korban lain yang belum ditemukan. Posko informasi dan koordinasi tetap dibuka untuk membantu keluarga memperoleh perkembangan terbaru.
Pengamat kebencanaan menilai operasi penyelamatan di kawasan gunung api aktif memiliki tingkat risiko tinggi karena kondisi alam dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, keselamatan tim SAR selalu menjadi prioritas utama.
Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat dan pendaki untuk mematuhi seluruh imbauan terkait aktivitas vulkanik serta tidak mendekati zona berbahaya di sekitar Gunung Dukono.
Selain proses evakuasi, pemantauan aktivitas vulkanik terus dilakukan oleh petugas guna mengantisipasi kemungkinan erupsi lanjutan yang dapat membahayakan warga maupun tim penyelamat.
Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur gabungan di tengah kondisi alam yang masih belum stabil.