Jakarta, 14 September 2026 – Sassuolo meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus dalam pertandingan Serie A 2026/2027 di Mapei Stadium, Reggio Emilia, Minggu, 13 September 2026. Pertandingan berlangsung sengit terutama pada babak kedua setelah kedua tim gagal mencetak gol sepanjang paruh pertama. Sassuolo tiga kali berada dalam posisi unggul, sedangkan Juventus dua kali berhasil memberikan respons untuk menyamakan kedudukan. Sebastiano Esposito, Kieron Bowie, dan Vasilije Adzic menjadi pencetak gol tuan rumah, sementara dua gol Juventus diborong Edon Zhegrova. Gol Adzic pada menit keempat masa tambahan waktu akhirnya memastikan Sassuolo mendapatkan tiga poin. Kekalahan tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama Juventus di Serie A musim ini setelah empat pertandingan.
Sassuolo vs Juventus
Stadion Mapei – Città del Tricolore • Reggio Emilia

Sassuolo
3
Penuh waktu
Hari ini
2

Juventus
Give feedback
Pertandingan sebenarnya berjalan relatif berhati-hati selama satu jam pertama karena kedua tim kesulitan menemukan penyelesaian yang mampu mengubah kedudukan. Juventus berusaha mengambil kendali permainan dan menciptakan tekanan, tetapi pertahanan Sassuolo mampu menjaga organisasi dengan baik. Tuan rumah tidak memaksakan permainan terbuka dan memilih menunggu kesempatan yang tepat untuk menyerang ruang di pertahanan Juventus. Strategi tersebut membuat pertandingan berlangsung ketat dengan perebutan bola yang cukup intens. Juventus memiliki kesempatan untuk membangun serangan, tetapi belum mampu mendapatkan hasil dari dominasi yang mereka ciptakan. Situasi berubah drastis ketika pertandingan memasuki sekitar 25 menit terakhir dan Sassuolo mulai menemukan celah.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-65 melalui Sebastiano Esposito. Gol tersebut berawal dari pergerakan Nemanja Matic yang memberikan umpan akurat ke dalam area pertahanan Juventus. Esposito kemudian menyelesaikan kesempatan tersebut dengan sentuhan efektif untuk membawa Sassuolo unggul 1-0. Gol pertama membuat dinamika pertandingan berubah karena Juventus harus meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Sassuolo pada saat bersamaan memiliki ruang lebih besar untuk melakukan serangan balik ketika pemain Juventus bergerak lebih tinggi. Tekanan dari tim tamu semakin meningkat seiring berkurangnya waktu pertandingan.
Juventus akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan pada menit ke-82 melalui Edon Zhegrova. Pemain yang masuk dari bangku cadangan tersebut memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Sassuolo, Arijanet Muric, ketika mengantisipasi bola silang. Bola kemudian jatuh ke area yang memungkinkan Zhegrova menyelesaikannya ke gawang yang terbuka. Kedudukan 1-1 membuat Juventus kembali mendapatkan momentum dan berusaha membalikkan keadaan. Tim tamu meningkatkan jumlah pemain yang bergerak ke depan karena melihat peluang mendapatkan kemenangan masih terbuka. Namun, keberanian tersebut sekaligus meninggalkan ruang yang kemudian dapat dimanfaatkan Sassuolo.
Drama semakin meningkat ketika Kieron Bowie mengembalikan keunggulan Sassuolo pada menit ke-89. Darryl Bakola memberikan bola kepada Bowie yang kemudian melepaskan penyelesaian satu sentuhan ke sudut gawang Juventus. Gol tersebut membuat pendukung tuan rumah bersiap merayakan kemenangan karena waktu normal hampir berakhir. Juventus tidak menyerah dan kembali meningkatkan tekanan dengan mengirim banyak pemain ke area pertahanan Sassuolo. Kondisi pertandingan menjadi sangat terbuka karena tim tamu mengambil risiko besar untuk mendapatkan gol penyama. Sassuolo harus bertahan menghadapi gelombang serangan Juventus pada masa tambahan waktu.
Zhegrova kembali muncul sebagai penyelamat sementara Juventus ketika mencetak gol keduanya pada menit 90+1. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 dan seolah memberikan kesempatan kepada Juventus untuk setidaknya membawa pulang satu poin. Dua gol Zhegrova menunjukkan besarnya dampak yang diberikan pemain tersebut setelah masuk dari bangku cadangan. Juventus bahkan masih berusaha mendapatkan gol ketiga karena momentum pertandingan berada di pihak mereka. Banyak pemain bergerak maju untuk membantu serangan dengan harapan menyelesaikan comeback pada detik-detik terakhir. Namun, keputusan menyerang secara agresif justru membuat struktur pertahanan Juventus kehilangan keseimbangan.
Sassuolo memanfaatkan ruang tersebut dengan sangat efektif pada serangan terakhir pertandingan. Armand Laurienté membawa bola dalam sebuah serangan cepat sebelum memberikan kesempatan kepada Vasilije Adzic untuk menyelesaikan serangan. Adzic kemudian mencetak gol pada menit 90+4 yang membawa Sassuolo kembali unggul 3-2. Gol tersebut terasa semakin dramatis karena Adzic memiliki keterkaitan dengan Juventus dan menjadi pemain yang menentukan kekalahan mantan klubnya. Juventus praktis tidak memiliki waktu untuk memberikan respons setelah gol ketiga Sassuolo tercipta. Peluit akhir kemudian memastikan kemenangan tuan rumah dalam salah satu pertandingan paling dramatis pada awal musim Serie A.
Pelatih Juventus Luciano Spalletti menilai timnya kehilangan keseimbangan karena terlalu bersemangat mengejar kemenangan pada fase akhir. Setelah berhasil menyamakan skor menjadi 2-2, Juventus memiliki kesempatan untuk mengamankan satu poin tetapi tetap mengirim banyak pemain ke depan. Kondisi tersebut meninggalkan ruang sangat besar yang akhirnya dimanfaatkan Sassuolo untuk mencetak gol kemenangan. Spalletti mengakui keinginan para pemain untuk mendapatkan tiga poin sebenarnya merupakan hal positif, tetapi harus diimbangi dengan pengelolaan situasi pertandingan. Juventus sebelumnya hanya kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan pertama Serie A, tetapi kali ini harus menerima tiga gol dalam satu laga. Kekalahan tersebut memberikan bahan evaluasi penting mengenai disiplin dan manajemen pertandingan.
Bagi Sassuolo, kemenangan tersebut menunjukkan kemampuan tim memanfaatkan kesempatan meskipun Juventus memiliki periode penguasaan permainan yang lebih dominan. Tim asuhan Alberto Aquilani mampu bertahan menghadapi tekanan dan tetap memiliki keberanian menyerang ketika kesempatan terbuka. Efektivitas menjadi faktor penting karena tiga kesempatan menentukan berhasil diubah menjadi gol. Matic memberikan pengaruh besar dalam menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu terciptanya gol pembuka Esposito. Aquilani juga memuji keberanian yang diperlihatkan para pemainnya menghadapi salah satu klub terbesar Italia. Kemenangan tersebut memberikan dorongan besar bagi Sassuolo dalam menjalani fase awal kompetisi.
Hasil tersebut membuat Juventus mengumpulkan tujuh poin dari empat pertandingan Serie A dengan catatan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Sassuolo juga mengoleksi tujuh poin setelah empat pertandingan sehingga persaingan pada papan klasemen awal musim semakin ketat. Bagi Juventus, hasil di Reggio Emilia menghentikan kesempatan untuk mempertahankan catatan tanpa kekalahan. Mereka kini harus segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi Atalanta pada pertandingan Serie A berikutnya. Sassuolo sementara itu akan melanjutkan kompetisi dengan menghadapi Monza. Kedua tim hanya memiliki waktu relatif singkat untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya.
Kemenangan 3-2 Sassuolo atas Juventus pada akhirnya ditentukan oleh keberanian dan efektivitas tuan rumah pada fase paling menentukan pertandingan. Juventus dua kali menunjukkan mentalitas kuat dengan menyamakan kedudukan melalui Zhegrova, tetapi kehilangan keseimbangan ketika terlalu agresif memburu gol kemenangan. Sassuolo mampu memanfaatkan situasi tersebut dan memberikan pukulan terakhir melalui Adzic pada menit 90+4. Hasil itu menjadi kemenangan penting bagi tim asuhan Aquilani sekaligus kekalahan pertama Juventus pada Serie A musim 2026/2027. Pertandingan tersebut juga memperlihatkan betapa cepatnya situasi dapat berubah karena seluruh lima gol tercipta setelah babak pertama berakhir tanpa gol. Bagi Juventus, kegagalan mengelola menit-menit terakhir menjadi pekerjaan rumah utama sebelum melanjutkan persaingan di Serie A.