Banyuwangi, 28 September 2026 – Seorang perempuan lanjut usia berinisial SKA (71), pensiunan aparatur sipil negara di Banyuwangi, Jawa Timur, diduga menjadi korban penipuan dengan modus gendam atau hipnotis. Perhiasan emas milik korban dengan nilai diperkirakan mencapai Rp120 juta berpindah tangan kepada dua pria yang tidak dikenalnya. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban hendak berolahraga pada Jumat (25/9) pagi. Kepolisian kini melakukan penyelidikan dan memburu dua orang yang diduga terlibat.
Peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB ketika korban berjalan kaki menuju Saiki Sport Arena di Jalan Mayor Supono. Saat melintas di depan Makam Setro Penganten, sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih dengan pelat nomor wilayah N berhenti tidak jauh dari korban. Salah seorang pria kemudian turun dari kendaraan dan berpura-pura menanyakan alamat. Korban yang tidak menaruh curiga kemudian terlibat percakapan dengan pria tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi Kota Ipda Restu Yan Suryo Utomo menjelaskan pengemudi kendaraan memiliki ciri-ciri bertubuh kurus. Sementara pria yang menghampiri korban disebut bertubuh gemuk, mengenakan kacamata, dan berbicara dengan logat Madura. Di tengah percakapan, pria tersebut menawarkan barang yang diklaim sebagai sabun kesehatan. Polisi menduga modus itu digunakan untuk membuat korban mengikuti arahan pelaku.
Dalam kondisi yang menurut laporan diduga terpengaruh gendam, korban kemudian diminta melepaskan seluruh perhiasan emas yang sedang dikenakannya. Perhiasan tersebut terdiri atas gelang emas seberat 35 gram, kalung 20 gram, dan liontin 5 gram. Korban kemudian menyerahkan perhiasannya dengan alasan barang tersebut akan dimasukkan ke dalam wadah sabun kesehatan yang ditawarkan. Total nilai perhiasan yang diserahkan diperkirakan mencapai Rp120 juta.
Setelah mendapatkan perhiasan tersebut, kedua pria langsung meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan mereka. Korban baru menyadari perhiasannya telah hilang beberapa saat kemudian setelah bertemu seorang warga di sekitar tempat kejadian. Korban kemudian menyampaikan kejadian tersebut kepada keluarganya sebelum melaporkannya kepada pihak kepolisian. Kasus itu selanjutnya ditangani Polsek Banyuwangi Kota.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah bukti pendukung untuk mengidentifikasi kedua terduga pelaku. Penyelidik juga mendalami kendaraan yang digunakan dalam kejadian tersebut serta keterangan mengenai ciri-ciri kedua pria. Informasi dari korban dan saksi di sekitar lokasi menjadi bagian dari bahan penyelidikan. Hingga laporan terakhir, kedua pria tersebut masih dalam pencarian polisi.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika dihampiri orang tidak dikenal, terutama apabila ditawari barang atau diminta menyerahkan benda berharga. Masyarakat juga diminta segera mencari bantuan dan melapor apabila menemukan tindakan mencurigakan dengan pola serupa. Dalam perkara ini, dugaan penggunaan gendam masih menjadi bagian dari keterangan awal dan penyelidikan kepolisian. Penanganan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap identitas serta keberadaan dua pria yang diduga membawa kabur perhiasan korban.