Jakarta, 18 September 2026 – Kapal induk pertama Indonesia yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi terlihat membentuk formasi bersama dua kapal perang dan unsur udara TNI Angkatan Laut setelah memasuki perairan Indonesia. Kapal tersebut berlayar melalui perairan Bangka yang menjadi bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I pada Kamis, 17 September 2026. Dalam formasi pengawalan, kapal induk berada di bagian tengah dengan KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 berada di sisi-sisinya. Kedua fregat TNI AL tersebut mengambil alih tugas pengawalan setelah kapal memasuki wilayah perairan nasional. Pengamanan dari udara turut melibatkan pesawat milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut. Rangkaian pengawalan menjadi bagian dari perjalanan terakhir kapal menuju Jakarta sebelum memasuki tahapan penyerahan dan integrasi ke jajaran TNI AL.
Formasi di perairan Bangka memperlihatkan ITS Giuseppe Garibaldi berada diapit dua fregat kelas Brawijaya milik Indonesia. KRI Brawijaya-320 berada di salah satu sisi, sedangkan KRI Prabu Siliwangi-321 menempati sisi lainnya untuk mengawal pelayaran menuju Jakarta. Kedua kapal perang Indonesia terlihat mengibarkan Merah Putih, sementara ITS Giuseppe Garibaldi masih menggunakan bendera Italia pada tahap pelayaran tersebut. Kondisi itu berkaitan dengan proses penyerahan kapal yang belum sepenuhnya selesai ketika formasi pengawalan berlangsung. Kapal tersebut sebelumnya digunakan selama puluhan tahun oleh Angkatan Laut Italia sebelum dialihkan kepada Indonesia. TNI AL telah memastikan setelah prosesnya selesai kapal itu akan menjadi kapal induk pertama dalam jajarannya dengan nama KRI Sriwijaya.
Pengawalan tidak hanya mengandalkan kekuatan kapal permukaan karena TNI AL turut mengerahkan unsur penerbangan. Dalam rangkaian penyambutan tersebut, pesawat CN-235 dan NC-212 dari Puspenerbal ikut melakukan pengawalan udara. Sebelumnya TNI AL memang telah merencanakan pengerahan minimal dua fregat serta pesawat udara Puspenerbal ketika Giuseppe Garibaldi memasuki ALKI I. Unsur udara tersebut memberikan dukungan pemantauan terhadap formasi kapal selama berada di wilayah Indonesia. Kehadiran pesawat bersama kapal perang sekaligus memperlihatkan koordinasi antara unsur laut dan udara dalam penyambutan kapal induk tersebut. Formasi tersebut menjadi salah satu rangkaian sebelum kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Helikopter AS565 Panther juga terlibat dalam rangkaian penyambutan dan pengawalan kapal. Dalam kegiatan di ALKI I, TNI AL melaksanakan latihan pendaratan silang atau helicopter cross deck yang melibatkan helikopter Panther dan geladak penerbangan Giuseppe Garibaldi. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi unsur penerbangan laut Indonesia untuk berinteraksi langsung dengan platform kapal induk yang nantinya akan dioperasikan TNI AL. Selain itu, unsur kapal melaksanakan passing exercise dan pembentukan formasi untuk dokumentasi selama pelayaran. Aktivitas tersebut memberikan gambaran awal mengenai pola operasi bersama antara kapal induk, fregat, dan unsur penerbangan. Kemampuan mengintegrasikan unsur-unsur tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses adaptasi TNI AL terhadap pengoperasian kapal induk.
Di atas geladak penerbangan Giuseppe Garibaldi juga terlihat personel TNI AL bersama personel Angkatan Laut Italia melakukan peran parade. Kehadiran personel kedua negara berkaitan dengan proses transisi pengoperasian kapal sebelum seluruh tugas pengawakan secara bertahap diambil alih Indonesia. TNI AL sebelumnya telah mengirim personel untuk memperoleh pelatihan mengenai sistem dan pengoperasian kapal. Di dalam negeri, Koarmada RI juga menyiapkan 310 personel sebagai calon awak KRI Sriwijaya melalui program pelatihan yang diarahkan pada kesiapan operasional. Para personel memperoleh pembekalan sesuai kebutuhan agar dapat memahami karakter kapal yang berbeda dari platform lain dalam armada Indonesia. Proses tersebut diperlukan karena pengoperasian kapal induk membutuhkan koordinasi antara navigasi, mesin, komunikasi, penerbangan, logistik, serta berbagai sistem pendukung lainnya.
ITS Giuseppe Garibaldi telah menjalani perjalanan panjang sejak meninggalkan Italia pada 24 Agustus 2026. Dalam pelayaran menuju Indonesia, kapal tersebut sempat mendapatkan pengawalan dari unsur Angkatan Laut Italia dan singgah di sejumlah lokasi sebelum memasuki kawasan Asia Tenggara. Kapal kemudian tiba di wilayah Indonesia dan memasuki ALKI I pada 17 September. Sejak titik tersebut, dua fregat TNI AL mengambil peran dalam penyambutan sekaligus pengawalan menuju Jakarta. Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul memastikan kapal telah memasuki wilayah laut Indonesia dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada 18 September. Kedatangan tersebut menandai berakhirnya pelayaran lintas kawasan sekaligus membuka tahap baru dalam proses penerimaan kapal oleh Indonesia.
TNI AL sebelumnya sempat menyebut kapal itu akan menggunakan nama KRI Gajah Mada setelah resmi menjadi kapal perang Indonesia. Namun, perkembangan terbaru memastikan nama yang dipilih adalah KRI Sriwijaya. Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah membenarkan penetapan nama tersebut. Dalam proses pelayaran menuju Indonesia, kapal tetap disebut ITS Giuseppe Garibaldi karena masih berada dalam tahapan transisi dan menggunakan bendera Italia. Pergantian identitas akan berkaitan dengan proses serah terima serta pengukuhan kapal ke jajaran TNI AL. Setelah tahapan tersebut selesai, KRI Sriwijaya akan tercatat sebagai kapal induk pertama yang dimiliki dan dioperasikan Indonesia.
TNI AL menyatakan kehadiran kapal tersebut akan memperkuat kemampuan armada terutama untuk Operasi Militer Selain Perang. Salah satu penggunaan yang ditekankan adalah mendukung penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan. Geladak penerbangan kapal memberikan ruang bagi pengoperasian helikopter maupun unsur udara lain yang dapat digunakan untuk distribusi bantuan, evakuasi, dan dukungan logistik. Kemampuan seperti itu mempunyai relevansi bagi Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan menghadapi beragam risiko bencana. Kapal dapat ditempatkan di sekitar wilayah terdampak ketika infrastruktur darat atau fasilitas penerbangan mengalami keterbatasan. Meski demikian, kemampuan operasional akhirnya akan bergantung pada konfigurasi, kesiapan awak, pemeliharaan, dan sistem pendukung yang diterapkan setelah kapal sepenuhnya berada di bawah TNI AL.
Setelah melewati perairan Bangka, kapal melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dengan pengawalan TNI AL. Giuseppe Garibaldi dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat, 18 September 2026. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan menjadi salah satu pejabat yang menyambut kedatangan kapal tersebut bersama jajaran pimpinan TNI dan pejabat pemerintah lainnya. Prosesi penyambutan menjadi bagian dari tahapan sebelum kapal memasuki proses integrasi lebih lanjut. TNI AL masih perlu menyiapkan pengawakan, dukungan pemeliharaan, fasilitas sandar, dan berbagai kebutuhan teknis sebelum kapal dapat menjalankan seluruh fungsi yang direncanakan. Karena itu, kedatangan di Jakarta menjadi awal dari proses baru dan bukan akhir dari persiapan operasional KRI Sriwijaya.
Formasi Giuseppe Garibaldi bersama KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, serta unsur penerbangan TNI AL menjadi penanda awal masuknya platform kapal induk ke lingkungan armada Indonesia. Pengawalan tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi unsur laut dan udara untuk mulai membangun pengalaman beroperasi bersama kapal dengan geladak penerbangan berukuran besar. Tahap berikutnya akan berfokus pada proses serah terima, pengukuhan KRI Sriwijaya, pelatihan awak, serta penyesuaian kemampuan kapal dengan kebutuhan TNI AL. Keberadaan kapal tersebut juga membawa kebutuhan baru dalam pemeliharaan, logistik, pelatihan, dan integrasi unsur penerbangan. TNI AL telah memulai persiapan melalui pembentukan calon awak dan latihan bersama selama proses transisi. Setelah resmi beroperasi, KRI Sriwijaya akan membuka babak baru dalam pengembangan kemampuan operasi laut dan dukungan kemanusiaan Indonesia.