Jakarta, 27 Agustus 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan bantuan dan dukungan selama proses penanganan maupun pemulihan. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI di tengah perhatian terhadap sejumlah bencana yang terjadi di berbagai daerah.
Pemerintah memastikan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada fase tanggap darurat, tetapi juga mencakup pemulihan kehidupan masyarakat serta pembangunan kembali fasilitas yang mengalami kerusakan.
Pemerintah Pastikan Hadir di Tengah Bencana
Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
Dukungan pemerintah mencakup penyediaan anggaran yang diperlukan untuk penanganan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan fasilitas publik yang terdampak.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi dampak bencana seorang diri. Koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting agar bantuan dapat segera diterima oleh warga.
Anggaran Penanganan Bencana Disiapkan
Dari sisi fiskal, pemerintah memiliki sejumlah instrumen anggaran yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan bencana.
Pengalokasian anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah juga perlu memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
Bantuan Tidak Berhenti pada Masa Darurat
Penanganan korban bencana membutuhkan proses yang panjang. Setelah kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan terpenuhi, pemerintah harus membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitasnya.
Pemulihan rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, jembatan, serta infrastruktur lainnya menjadi bagian penting dari tahapan berikutnya.
Karena itu, dukungan anggaran perlu disiapkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan lapangan.
Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Penanganan bencana membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta berbagai organisasi kemanusiaan.
Pemerintah pusat dapat memberikan dukungan ketika kemampuan daerah tidak mencukupi untuk menangani dampak bencana.
Koordinasi tersebut juga diperlukan agar distribusi bantuan tidak tumpang tindih dan dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
Masyarakat Menjadi Prioritas
Dalam kondisi bencana, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan perhatian khusus.
Selain bantuan material, pemerintah perlu memastikan layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan dukungan psikososial tetap tersedia.
Langkah tersebut penting agar proses pemulihan masyarakat dapat berlangsung secara menyeluruh.
Pemulihan Infrastruktur Jadi Tantangan
Kerusakan infrastruktur dapat menghambat proses pemulihan. Jalan dan jembatan yang rusak, misalnya, dapat membuat distribusi bantuan menjadi lebih sulit.
Karena itu, rehabilitasi infrastruktur menjadi salah satu prioritas setelah kondisi darurat terkendali.
Pembangunan kembali juga diharapkan memperhatikan aspek ketahanan bencana agar fasilitas yang dibangun memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi potensi bencana berikutnya.
Komitmen Pemerintah Ditegaskan
Pernyataan Purbaya dalam rapat paripurna menjadi penegasan bahwa kebijakan fiskal pemerintah diarahkan untuk melindungi masyarakat ketika terjadi bencana.
Dukungan anggaran menjadi salah satu instrumen penting agar penanganan dapat dilakukan cepat sekaligus memastikan proses pemulihan tidak terhambat persoalan pembiayaan.
Dalam rapat paripurna DPR RI, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana. Dukungan tersebut mencakup penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan koordinasi pusat dan daerah agar bantuan dapat diterima warga secara tepat dan cepat.