Jakarta, 30 Agustus 2026 – Kulkas menjadi salah satu peralatan penting untuk menjaga makanan tetap segar dan memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Namun, cara menyimpan yang keliru justru dapat membuat makanan lebih cepat rusak dan meningkatkan risiko kontaminasi. BPOM juga mengingatkan bahwa penataan pangan di kulkas perlu dilakukan dengan tepat agar keamanan makanan tetap terjaga.
Berikut tujuh kesalahan yang masih sering dilakukan saat menyimpan makanan di kulkas.
1. Memenuhi Kulkas hingga Terlalu Penuh
Kulkas yang terlalu padat dapat menghambat sirkulasi udara dingin. Akibatnya, suhu di dalam ruang penyimpanan bisa menjadi tidak merata dan sebagian makanan tidak mendapatkan pendinginan yang optimal.
Sebaiknya beri ruang di antara makanan agar udara dingin dapat bersirkulasi. Suhu kulkas juga perlu dijaga tetap dingin secara konsisten. USDA merekomendasikan suhu kulkas sekitar 4°C atau lebih rendah untuk membantu menjaga keamanan pangan.
2. Menyimpan Makanan Tanpa Penutup
Makanan yang dibiarkan terbuka di dalam kulkas lebih mudah menyerap aroma dari bahan makanan lain. Selain itu, makanan juga dapat mengalami perubahan kualitas dan berisiko terkena kontaminasi.
Gunakan wadah tertutup atau kemasan yang sesuai sebelum memasukkan makanan ke kulkas. BPOM juga merekomendasikan pangan ditempatkan dalam wadah tertutup untuk membantu mencegah pengeringan permukaan makanan.
3. Meletakkan Daging Mentah di Atas Makanan Matang
Ini merupakan kesalahan yang berpotensi menyebabkan kontaminasi silang. Cairan dari daging, ayam, atau seafood mentah dapat menetes ke makanan lain apabila kemasannya bocor.
Daging mentah sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan ditempatkan di bagian bawah, sedangkan makanan matang atau siap santap diletakkan di atasnya. Cara ini membantu mencegah cairan bahan mentah mencemari makanan yang siap dikonsumsi.
4. Menyimpan Produk Susu di Pintu Kulkas
Pintu kulkas memang praktis digunakan untuk menyimpan berbagai barang, tetapi suhunya cenderung lebih mudah berubah karena sering terkena udara luar ketika pintu dibuka.
Produk yang mudah rusak seperti susu dan yogurt sebaiknya ditempatkan di bagian dalam kulkas dengan suhu yang lebih stabil. Sementara itu, rak pintu dapat digunakan untuk produk yang lebih tahan terhadap perubahan suhu.
5. Membiarkan Makanan Terlalu Lama di Suhu Ruang
Makanan sisa sebaiknya tidak dibiarkan berlama-lama di luar kulkas sebelum disimpan. USDA menyarankan makanan mudah rusak dan makanan sisa didinginkan dalam waktu maksimal dua jam, atau satu jam jika suhu lingkungan berada di atas 32°C.
Setelah disimpan dengan benar, makanan sisa umumnya dapat bertahan sekitar tiga hingga empat hari di dalam kulkas, tergantung jenis dan kondisi makanannya.
6. Menganggap Semua Makanan Harus Masuk Kulkas
Tidak semua bahan makanan cocok disimpan di dalam kulkas. Beberapa bahan dapat mengalami perubahan rasa, tekstur, atau kualitas ketika terus-menerus berada pada suhu rendah.
Karena itu, perhatikan petunjuk penyimpanan pada kemasan dan karakteristik masing-masing bahan. Menyimpan makanan sesuai kebutuhan suhunya dapat membantu mempertahankan kualitas lebih lama.
7. Lupa Membersihkan dan Mengecek Isi Kulkas
Kulkas juga perlu dibersihkan secara berkala. Makanan yang sudah rusak atau terlalu lama disimpan dapat menimbulkan bau dan berpotensi mencemari area penyimpanan.
Periksa isi kulkas secara rutin dan segera bersihkan tumpahan, terutama cairan yang berasal dari daging mentah. BPOM merekomendasikan pembersihan kulkas secara berkala untuk mengurangi risiko kontaminasi pangan.
Dengan memperhatikan penataan, suhu, kebersihan, dan lama penyimpanan, kulkas dapat bekerja lebih optimal dalam menjaga keamanan makanan. Kebiasaan sederhana seperti memisahkan makanan mentah dan matang, menggunakan wadah tertutup, serta tidak memenuhi kulkas secara berlebihan dapat membantu mengurangi risiko makanan cepat rusak.